Wonogiri, 22 Agustus 2026 — Paguyuban Kelas 4 Zubair bin Awwam menggelar pertemuan perdana pada Sabtu (22/8/2026) bertempat di Ruang Kelas 4 Zubair bin Awwam, Lantai 3 Gedung Timur. Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut dihadiri sekitar 17 wali murid yang didominasi oleh ibu-ibu.

Pertemuan perdana ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi dan sinergi antara pihak sekolah dengan wali murid dalam mendampingi tumbuh kembang serta pendidikan anak.

Penguatan Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan oleh Wali Kelas 4 Zubair bin Awwam. Dalam sambutannya, wali kelas menyampaikan tujuan dibentuknya paguyuban sebagai wadah komunikasi, silaturahmi, dan kerja sama antara sekolah dengan orang tua.

Selanjutnya, Kepala Sekolah, Ustadz Wahyudi, memberikan arahan kepada para wali murid. Beliau menyampaikan bahwa menyekolahkan anak di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) ibarat sedang membangun fondasi sebuah bangunan. Pada tahap sekolah dasar, proses pendidikan perlu disesuaikan dengan karakteristik dan tahapan perkembangan anak.

Orang tua juga diimbau untuk tidak terlalu menuntut anak agar selalu ideal atau sempurna. Setiap anak memiliki kemampuan, potensi, dan karakter yang berbeda sehingga orang tua perlu mampu melihat, memahami, serta menghargai batas kemampuan masing-masing anak.

Beliau juga berharap keberadaan paguyuban dapat menjadi wadah silaturahmi yang berkelanjutan dan tidak berhenti pada pertemuan perdana saja.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula informasi mengenai rencana relokasi ruang kelas. Mulai September mendatang, Kelas 4 Zubair bin Awwam akan berpindah dari Gedung Timur ke Gedung Selatan.

Pengurus Paguyuban Resmi Terbentuk

Salah satu agenda utama pertemuan adalah pembentukan pengurus Paguyuban Kelas 4 Zubair bin Awwam. Proses pemilihan berlangsung dengan lancar dan dilakukan secara mufakat.

Adapun susunan pengurus yang telah disepakati adalah:

Ketua: Bu Meity H.

Wakil Ketua: Bu Lestari Ayu

Bendahara: Bu Arifah

Untuk menjaga keberlanjutan komunikasi, disepakati bahwa pertemuan paguyuban akan dilaksanakan secara rutin setiap dua bulan sekali. Pertemuan berikutnya dijadwalkan pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Selain itu, pengurus akan membuat grup WhatsApp khusus sebagai sarana koordinasi dan komunikasi antarwali murid.

Diskusi dan Tanya Jawab Berlangsung Interaktif

Suasana semakin hangat ketika kegiatan memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para wali murid diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan, masukan, maupun berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan dan perkembangan anak di sekolah.

Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Bu Lestari mengenai keberadaan Komite Sekolah. Kepala Sekolah menjelaskan bahwa komite sekolah tetap ada dan aktif menjalankan perannya. Keanggotaan komite berasal dari perwakilan orang tua murid dan bersifat independen, bukan pejabat dinas pendidikan maupun karyawan sekolah. Apabila terdapat anggota yang mengundurkan diri, sekolah akan mencari pengganti dari wali murid yang bersedia.

Bu Arifah juga menyampaikan perhatian terkait aktivitas putranya, Ananda Eza, yang cukup aktif bermain dan terkadang mengalami memar setelah bermain. Wali kelas menjelaskan bahwa aktivitas fisik seperti futsal memang memiliki risiko cedera ringan. Namun, pihak sekolah telah menyediakan obat-obatan dan perlengkapan P3K untuk memberikan penanganan awal apabila terjadi cedera.

Ustadz Wahyudi menambahkan bahwa aktivitas bermain bola memang memiliki risiko seperti lecet, memar, atau pakaian yang mengalami kerusakan. Oleh karena itu, pihak sekolah akan terus mengingatkan anak-anak agar berhati-hati, baik secara langsung maupun melalui pengeras suara sekolah.

Pertanyaan lainnya disampaikan Bu Yuni mengenai sistem tempat duduk di kelas. Ia menanyakan kemungkinan adanya sistem rolling karena putranya terkadang duduk di bagian belakang dan sendirian.

Wali kelas menjelaskan bahwa posisi duduk di bagian depan saat ini diprioritaskan bagi siswa yang memiliki kendala penglihatan atau membutuhkan fokus lebih. Namun, formasi tempat duduk tetap dapat berubah secara berkala. Terlebih ketika pembelajaran membutuhkan diskusi kelompok, meja akan disusun sedemikian rupa agar siswa dapat bekerja sama dalam kelompok.

Sementara itu, Bu Tri Ningsih menanyakan kemungkinan pelaksanaan program Jumat Berkah di kelas. Wali kelas menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diperbolehkan selama tidak memberatkan wali murid dan telah menjadi kesepakatan bersama paguyuban.

Ustadz Wahyudi turut memberikan gambaran berdasarkan pengalamannya ketika menjadi wali kelas. Menurut beliau, program Jumat Berkah dapat berjalan dengan baik apabila didukung oleh kesepakatan bersama, misalnya melalui dana infaq kelas. Namun, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan kemampuan dan kenyamanan seluruh wali murid.

Menyatukan Langkah untuk Kebaikan Anak

Pertemuan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Wali Kelas 4 Zubair bin Awwam. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh kekeluargaan.

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh wali murid yang telah hadir serta meluangkan waktu untuk mengikuti pertemuan perdana tersebut.

Lebih dari sekadar forum komunikasi, paguyuban diharapkan menjadi ruang untuk menyatukan langkah antara sekolah dan orang tua. Dengan komunikasi yang baik dan semangat kebersamaan, seluruh pihak diharapkan dapat terus meluruskan niat bahwa setiap ikhtiar yang dilakukan semata-mata untuk mendukung pendidikan, masa depan, dan kebaikan anak-anak Kelas 4 Zubair bin Awwam.

Bersama sekolah dan orang tua, kita bangun fondasi pendidikan yang kuat untuk tumbuhnya generasi berakhlak, berkarakter, dan berprestasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *