Tahukah temen-temen apa itu plastisin? Biasanya plastisin banyak digunakan untuk bermain, namun siapa sangka kalau plastisin juga digunakan sebagai media pembelajaran yang menarik lho. Teksturnya yang lentur membuatnya mudah untuk dijadikan berbagai macam bentuk, maka dari itu plastisin sampai saat ini masih menjadi media yang efektif untuk penyampaian materi dalam pembelajaran. Untuk mengetahui lebih jauh, yuk baca artikel dibawah ini.
Plastisin adalah salah satu bahan kerajinan tangan dengan tekstur mudah dibentuk dan digunakan untuk bermain. Selain untuk bermain, plastisin juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang menarik, dengan dibentuk sesuai dengan materi yang disampaikan. Penyampaian materi dengan metode ini mampu meningkatkan kreativitas dan meningkatkan keaktifan peserta didik.

Di SDIT AL Huda Wonogiri masih menggunakan plastisin sebagai penyampaian materi pembelajaran di kelas. Dengan menggunakan media plastisin peserta didik akan lebih aktif, kreatif dan mudah dalam memahami materi yang disampaikan. Sebagai contoh di kelas V Hamzah Bin Abdul Muthalib (HBAM) yang memanfaatkan plastisin sebagai media pembelajaran, seluruh siswa sangat aktif dengan membuat plastisin menjadi bentuk kerajinan yang memaparkan mengenai jenis-jenis kelainan tulang belakang pada manusia antara lain Lordosis yaitu tulang belakang melengkung ke depan secara berlebihan, kifosis atau kondisi lengkungan punggung atas lebih menonjol kebelakang dan skiliosis atau kondisi lengkungan tulang belakang cenderung menyamping.
Tujuan Pembelajaran menggunakan media plastisin ini yaitu “sebagai sarana belajar sekaligus bermain, selain itu juga sebagai penyampaian materi agar peserta didik mudah dalam memahami dan meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran serta untuk mengasah kreatifitas siswa dengan kerajinan plastisin, setelah itu siswa menyampaikan materi mengenai jenis kelianan pada tulang dengan alat peraga plastisin yang sudah mereka bentuk, diharapkan siswa dapat menjauhi kebiasaan yang dapat menyebabkan kelainan pada tulang.” Ujar ustadz Arif wali kelas V HBAM.
