Selain untuk manarik minat atau perhatian siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, media belajar juga berfungsi sebagai penghantar nilai-nilai atau konsep yang abstrak menjadi konkrit sehingga mudah untuk dipahami dan dimengerti peserta didik.
Dalam penggunaanya terkadang media belajar juga sekaligus berfungsi sebagai alat peraga, sehingga selain sebagai penghantar alat ini sekaligus digunakan untuk memperjelas keabstrakan nilai atau konsep yang diberikan oleh guru agar siswa mampu menangkap arti dari konsep abstrak tersebut.

Meski mengetahui manfaat serta kegunaan media dan alat peraga pembelajaran, kita masih sering berfikir bahwa pengadaan dan penggunaanya terkesan rumit sehingga membuat kita jarang memakainya atau menyertakanya dalam kegiatan pembelajaran. Padahal media atau alat peraga sudah banyak tersedia disekitar kita dan tidak perlu biaya mahal untuk membuatnya, bahkan bisa memanfaatkan atau mendaur ulang barang yang sudah tidak terpakai alias geratis.

Beberapa hari yang lalu suara gelak tawa dan keseruan lainya terdengar dari ruang kelas 5 Arqom, bukan karena istirahat atau jam kosong tanpa ada guru melaikan sedang ada pentas wayang kardus dari para peserta didik dalam kegiatan pembelajaran Tematik. Usai pembelajaran kamipun bertanya tentang alasan penggunaan wayang tersebut, ustadz Wahyudi, S. Pd Gr. menjelaskan. “Wayang merupakan kesenian tradisional yang banyak dikenal masyarakat. Sesuai perkembangannya, wayang dari jaman ke jaman mengalami perkembangan. Hal ini dikarenakan, agar seni wayang tidak punah begitu saja ditelan jaman. Kisah dalam pertunjukan wayang kulitpun berkembvang, tidak hanya terbatas pada Ramayana dan Mahabharata.”

“Berbagai karakter yang diadopsi dari jaman modern terkadang juga disisipkan. Hal itu dilakukan seniman untuk pemanis dalam pertunjukan agar penonton antusias dan memusatkan konsentrasinya sehingga pesan-pesan moral bisa tersampaikan dan dipahami dengan baik. Belajar dari situ maka kita juga mengaplikasikan pentas wayang dalam pembelajaran baik sebagai media maupun alat peraga, apalagi jika media atau alat tersebuat dibuat sendiri oleh peserta didik, mereka pasti akan semakin antusias dalam belajar.” Tutup Wali kelas 5 Arqom ini.
Nah, sudah taukan manfaat media dan alat peraga dalam proses pembelajaran ? Yuk, kita gunakan selalu.
