
Wonogiri – Suasana ceria menyelimuti selasar kelas 5 akhwat pada hari ini. Tidak seperti hari biasanya yang diisi dengan kegiatan tulis-menulis, para siswa tampak antusias berkumpul melingkari panggangan portabel. Dengan penuh semangat, mereka mengikuti kegiatan “Bakar-Bakaran” sebagai bagian dari implementasi pembelajaran kontekstual. Aroma sedap dari berbagai jenis olahan ikan dan bakso mulai tercium, menandai dimulainya keseruan agenda makan bersama yang mereka persiapkan sendiri.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang makan-makan biasa, melainkan sebuah media untuk melatih kemandirian siswa. Sejak tahap persiapan, para siswa diajak untuk terlibat aktif, mulai dari menyusun bahan makanan pada tusukan sate hingga mengatur tata letak panggangan dengan rapi. Melalui proses ini, siswa belajar untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga memahami proses panjang di balik sepiring makanan yang mereka nikmati sehari-hari.
Selain kemandirian, aspek keterampilan motorik dan ketelitian juga menjadi fokus utama. Memasang bahan makanan ke tusuk sate memerlukan koordinasi mata dan tangan yang baik, sementara proses memanggang menuntut kesabaran serta kewaspadaan terhadap panas api. Para siswa diajarkan cara membolak-balik panggangan dengan benar agar matang merata, sebuah keterampilan hidup (life skill) sederhana namun sangat bermanfaat bagi perkembangan mereka di masa depan.
Wali Kelas 5, Ustadzah Tri Asmani, S.Pd., yang mendampingi langsung kegiatan tersebut, memberikan apresiasinya terhadap semangat para siswa. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat efektif untuk membangun karakter siswa di luar teori buku teks.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kerja sama tim pada anak-anak. Mereka belajar bahwa untuk mencapai tujuan bersama—yaitu hidangan yang lezat—diperlukan pembagian tugas yang adil dan komunikasi yang baik antar teman. Melihat mereka mandiri dan saling membantu adalah tujuan utama kami,” ungkap Ustadzah Tri.
Acara ditutup dengan doa bersama dan menikmati hasil bakaran masing-masing dalam suasana penuh keakraban. Kebersamaan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antar siswa sekaligus memberikan penyegaran pikiran di tengah rutinitas akademik. Dengan perut kenyang dan hati senang, para siswa kelas 5 membawa pulang pelajaran berharga tentang kemandirian dan indahnya berbagi yang akan terus membekas dalam ingatan mereka.
