Wonogiri – Suasana khidmat dan penuh konsentrasi terlihat jelas di ruang kelas SDIT Alhuda pada hari Sabtu, 17 Januari 2026. Sekolah Islam Terpadu ini kembali menggelar agenda tahunan yang sangat dinanti, yaitu Munaqosyah Pembelajaran Al-Qur’an Metode Ummi. Kegiatan ini merupakan puncak dari proses pembelajaran Al-Qur’an yang telah ditempuh para siswa selama satu semester, sekaligus menjadi standar penjaminan mutu lulusan sekolah dalam bidang keagamaan dengan menggunakan pendekatan metode Ummi yang dikenal mudah, menyenangkan, dan menyentuh hati.

Sebanyak 141 siswa yang terdiri dari kelas 3, 4, dan 5 tampak antusias mengikuti jalannya ujian. Dalam pelaksanaannya, setiap peserta didik berhadapan langsung (face to face) dengan penguji untuk memperdengarkan bacaan maupun hafalan mereka. Berdasarkan pantauan di lokasi, para siswa dengan tertib menunggu giliran dengan memegang jilid maupun Al-Qur’an, sementara di meja ujian, seorang siswi tampak khusyuk melantunkan ayat suci dengan tartil di hadapan penguji yang menyimak seksama menggunakan instrumen penilaian standar Ummi.

Demi menjaga objektivitas dan kualitas ujian, SDIT Alhuda menghadirkan 12 orang Munaqisy (penguji) yang berkompeten dan telah tersertifikasi metode Ummi. Para penguji ini bertugas menilai berbagai aspek krusial dalam bacaan Al-Qur’an, meliputi fashohah (kefasihan), ketepatan tajwid, kelancaran hafalan, hingga penguasaan ghorib (bacaan-bacaan asing/khusus dalam Al-Qur’an). Sistem penilaian yang ketat dan terstruktur ini diharapkan mampu memetakan kemampuan siswa secara riil sesuai dengan standar jaminan mutu ( Quality Assurance) metode Ummi.

Menanggapi pelaksanaan kegiatan ini, Kepala SDIT Alhuda, Ustadz Wahyudi, S.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh siswa dan tim penguji. Beliau menegaskan bahwa penerapan metode Ummi dalam Munaqosyah ini adalah bentuk keseriusan sekolah dalam mencetak generasi yang tidak hanya bisa membaca, tetapi membaca dengan benar dan tartil.

“Alhamdulillah, pelaksanaan Munaqosyah hari ini berjalan dengan lancar. Saya sangat bangga melihat kesungguhan anak-anak kelas 3, 4, dan 5 yang telah berjuang menuntaskan pembelajaran Alqur-an dengan metode Ummi ini. Munaqosyah ini adalah tolak ukur keberhasilan sistem pembelajaran Al-Qur’an di sekolah kita. Harapan saya, standar bacaan tartil yang sudah mereka capai hari ini tidak hanya berhenti pada nilai di atas kertas, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari. Semoga mereka terus mencintai Al-Qur’an dan kelak menjadi syafaat bagi kedua orang tuanya,” ujar Ustadz Wahyudi, S.Pd., Gr. disela-sela memantau jalannya ujian.

Kegiatan Munaqosyah ini ditutup dengan doa bersama dan harapan besar agar seluruh peserta didik mendapatkan hasil yang mumtaz (memuaskan). Dengan terlaksananya ujian ini, SDIT Alhuda semakin mengukuhkan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam mencetak generasi Qur’ani yang berkualitas melalui sistem pembelajaran metode Ummi yang teruji. (admin)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *