لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidak beriman salah seorang dari kalian sampai mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.” (HR: Bukhari dan Muslim) 

Demikian bunyi hadist yang dibacakan ustadz Fahrudin Kurniawan, S.Pd I saat menyampaikan amanatnya dalam upacara bendera pagi ini Senin (5/9) di hadapan seluruh peserta didik, guru dan karyawan.

Islam adalah agama yang mengajarkan untuk mencintai dan menyayangi saudara. Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk mencintai saudaranya seperti halnya mencintai diri sendiri, hal ini penting bagi kita sebagai upaya mencegah tindak kekerasan baik secara fisik ataupun psikologis atau biasa dikenal dengan istilah bullying.”

Bullying tidak hanya berupa ucapan tapi bisa berupa tulisan yang bernada mengejek, menghina, serta merendahkan harkat dan martabat seseorang, padahal Allah SWT. dengan tegas mengatakan  bahwa kedudukan manusia semuanya sama di hadapanNya, yang membedakannya adalah Taqwa.” Lanjut ustadz Udin (panggilan akrab beliau).

“Dalam Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 sebagai Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Terkait dengan bullying diatur dalam Pasal 76C yang berbunyi: Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap Anak. Ancaman hukuman bagi yang melanggar pasal ini adalah pidana.”

“Untuk itu mari bersama kita saling berbuat baik dan menghormati satu sama lainnya, kepada siswa yang bertugas sebagai penegak akhlaq agar mengingatkan teman – temannya dengan baik dan santun serta menjadi teladan bagi yang lain, kemudian siswa yang dingatkan juga segera menyadari kesalahannya dan merubah sikapnya.” Tutup ustadz Udin.

 

By risha

One thought on “Yuk Berbuat Baik dan Menjadi Teladan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *